Selasa, 15 November 2011

puisi

Sewaktu angin menerpa badan
Semerbak harum membelenggu hati
Lirih angin berjalan memutari raga
Terhenti waktu tiada terasa
Nafas kerinduan seakan membius semua
Mata memandang kosong
Terpaku satu tujuan yang terbenak datang
Hati bergejolak terpacu lamunan
Wajah rembulan seolah terpampang dalam fajar
Mungkinkah mimpi mulai menjelang?
Tersapu kedipan hilanglah sudah
Semua mimpi terhanyutkan air mata
Luluh mengalir deras tak terjaga
Kini mentari pagi tiada sahabat
Tuk menatap hari kan berganti

Puisi ini bersumber dari : http://www.gudangpuisi.com/2011/11/keraguan-rindu.html#ixzz1dqogUFHH
Blogger yang beretika selalu menampilkan sumbernya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar